pernahkah kita jujur terhadap diri kita -- perasaan kita??
mengapa kita tetap berusaha untuk tak menyakiti hati orang lain, meski hati kita yang tersakiti???
karena itulah yang dinamakan kehidupan..
(:)
entah kita sadari atau tidak, terkadang kita merasa bahwa hidup yang kita alami bukanlah yang terbaik.. pastilah ada satu, dua, tiga.. yang mengganjal dalam fikiran maupun perasaan kita.. kita tahu, kita adalah "Manusia Biasa".. yang selalu identik dengan rasa yang tak pernah puas.. cenderung memiliki apa yang orang lain punya..
||> sekaya apapun kita...
||> secantik apapun kita..
||> sepintar apapun kita..
dsb... :)
pastilah, kita ingin yang terbaik dari apa yang kita miliki sekarang.. bahkan (berdasarkan pengalaman pribadi -- seorang teman. red) sebagian dari kita beranggapan bahwa :: hari ini "harus" lebih dari besok, besok "harus" lebih dari lusa, lusa "harus" lebih dari minngu depan.. dan terus berlanjut seperti itu..
hal ini sah.sah saja untuk dimilik oleh seseorang dalam menjalani kehidupanny..
lantas adakah kesalahan dalam kalimat tersebut sehingga penting untuk kita sadari???
"harus" ::: satu kata -- empat huruf...
sekecap namun memiliki beragam akibat..
tahukah kamu bahwa "harus" memiliki makna "mutlak"..
dan yang mungkin bagi manusia.. (seseorang kah, beberapa orang kah, sekelompok kah, dll )
"kita berusaha melakukan apapun itu -- baik atau buruk -- positiv atau negativ -- HANYA untuk mewujudkan sebuah "KEHARUSAN"...
ironis bukan?? adakah anggapan bahwa dia -- sesorang melakukanny karena paksaan??? ataukah tekanan??? atau malah karena dirinya sendiri??? apapun alasanny, dia -- seseorang itu harus menyadari, sebuah keharusan yang telah dicamkannya tersebut sangatlah merugikan dirinya sendiri.. atau bahkan orang lain..
(:)
suatu ketika, pastilah kita pernah merasakan kegagalan.. dalam hal apapun itu.. pertemanan, prestasi, perbuatan.. dll :) lantas, apakah yang kita rasakan pada saat itu?? menyalahkan diri?? menyesal?? ataukah pasrah -- menyerahkan diri kepada TuhanMU??
jujurkah kamu pada dirimu???.. katakan YA.. jika kau merasakannya.. jika sebaliknya.. katakan "TIDAK" dengan lantang.. biarkan suara hatimu meluapkannya.. sekali ini, janganlah kau kekang hatimu dan memaksakan hatimu untuk berkata sebaliknya.. dan tolong -- sekali ini.. jangan pernah libatkan fikiranmu -- otakmu..
(:)
heyy, timbulkah amarah padamu saat kau benar.benar penat meratapi keadaan namun seorang temanmu, siapakah dia dan entahlah.. tidak pernah menghiburmu?? tak pernah mengatakan sepatah katapun saat kau bersedih.. dan kau tahu mengapa?? dia sedang senang.. bahagia karena kau tidak lebih bagus darinya..
selama hidup, ketahuilah...
"HIDUP KITA ADALAH SATU, MENJALANKAN PERINTAH-"NYA"
buang jauh fikiran untuk menjadi yang terbaik, dan ter- , ter- , lainnya...
PINTAR, PANDAI, CANTIK, KAYA, MISKIN, BODOH, TOLOL, JELEK, ...
bukanlah sebagai kuantitas dan kualitas kita dalam mengetahui "siapa" kita dalam kehidupan ini..
ataupun menunjukkan "siapa" kita...
karena kau tahu...
manusia itu sangatlah lusuh dan lemah dihadapan NYA...
dan ingat..
jangan pernah kau mebohongi perasaan, karena idampak ny tidak akan kau rasakan sekarang.. tapi nanti -- disaat kau yakin bahwa hal itu tak akan terungkap..
For each new morning with its light,
For rest and shelter of the night,
For health and food, for love and friends,
For everything Thy goodness sends.
You say grace before meals. All right. But I say grace before the concert and the opera, and grace before the play and pantomime, and grace before I open a book, and grace before sketching, painting, swimming, fencing, boxing, walking, playing, dancing and grace before I dip the pen in the ink. ~G.K. Chesterton
-- siapapun saya, saya hanya makhluk terkecil dan terendah di dunia, oleh karena itu.. saya mohon maaf kepada anda -- siapapun anda ---







